Friday, June 3, 2016

Fokus

Hal apapun di dalam hidup kita ini membutuhkan satu hal penting,
jika ingin berhasil. Dan yang satu itu adalah : FOKUS.

Orang yang tidak berfokus akan seperti pisau yang tumpul.
Sehingga kegunaannya akan jadi jauh berkurang.

Itu sama dengan orang yang bimbang dan mendua hati.
Padahal orang yang bimbang justru tidak akan mendapatkan apa-apa.

Sebaliknya apapun yang terfokus akan menghasilkan daya dobrak yang dahsyat,
sehingga akan tercapai hasil yang maksimal.

Jadi, ayoo fokus dengan yang kita kerjakan.

Friday, April 15, 2016

Safety Induction


Kecelakaan mengejutkan terjadi. Seorang ibu rumah tangga tewas akibat luka bakar berkelanjutan di dapur. Suaminya juga dirawat di rumah sakit, cedera karena terbakar saat mencoba menyelamatkan istrinya.

Kronologi kejadian :
Kompor gas menyala saat memasak. Istri melihat kecoa berada di cucian piring dekat kompor. Secara naluri sang isteri ambil semprotan pembunuh serangga lalu disemprotkan. Tiba-tiba terjadi ledakan!
Dalam waktu singkat tubuh wanita malang tersebut diselimuti api, terbakar dengan kondisi luka bakar 65%. Sang suami mendengar ledakan bergegas menghampiri dan mencoba untuk memadamkan api dan... Namun pakaiannya ikut terbakar.
Pertolongan datang dari tetangga dan langsung di evakuasi ke RS.
Suami terbaring di RS, krn luka bakar, tidak mengetahui kalau istrinya telah meninggal saat tiba di RS.

Pelajarannya  :
Bahwa semua semprotan pembunuh serangga mengandung pelarut yang sangat mudah menguap dan terbakar. Nano partikel semprot yang dikabutkan dpt menyebar dengan sangat cepat dan satu percikan api sudah cukup untuk meng-eksplosir "kandungan" dengan Oksigen yang terdapat di udara.

Peringatan ke 2 :
Saat listrik padam jangan sekali-kali menyemprot nyamuk di dekat lilin yg menyala. Dalam hitungan detik akan terjadi ledakan dan dapat menyebabkan tabung semprotan serangga ditangan meledak juga.

Hal yang sama untuk pewangi ruangan yang disemprotkan. Pelarutnya mudah menguap dan eksplosif. Agar dibaca petunjuk keselamatan di kemasannya, dapat meledak pada suhu 50 derajat celcius.

Semoga bermanfaat

Wednesday, March 30, 2016

Letih


Raja Saul adalah pria yang letih. Sejak awal tidak semua rakyat percaya kepadanya.


Saat ingin mendapatkan kepercayaan rakyat, malah kehilangan kepercayaan Tuhan.


Saat menyelamatkan Raja Agag, malah makkotanya dicopot oleh Tuhan.


Saat menang harusnya menjarah dengan kuat,

malah rakyat disuruh puasa, hidupnya terasa selalu salah dan tidak pas.


Mempersembahkan korban juga salah. Menarik jubah Samuel dan malah merobeknya.

Ah, terlalu dan selalu salah. Mengapa?


LUKA...

Itulah yang menyebabkan dia tak pernah maksimal bahkan tak bisa NORMAL.

Akibatnya jadi letih dan Tuhan-pun letih dengan dia.


Seorang yang Luka akan mengacaukan semua yang dihidupnya.

Karena itu jangan Biarkan ada Luka menganga di hidup kita

Penolakan rakyat membuat Raja Saul luka.


Jika ada yang Menolakmu, Jangan Biarkan itu Melukaimu.


Tanda Bahaya

Ada beberapa tanda bahaya yang harus kita waspadai:

Jika nasehat dianggap tuduhan;

Jika teguran dianggap tekanan:

Jika penolakan dianggap hukuman;

Jika peringatan dianggap permusuhan;

Jika templakan dianggap sindiran....

Jika perkataan lirih dianggap tikaman;

Jika usulan dianggap pemberontakan...

Itu tanda bahaya di jiwa kita...

Tanda ada yang tidak beres di batin kita...

Tanda ada yang segera harus dibenahi dan diluruskan di hadapan-Nya.

Waspada ya...


Thursday, August 2, 2012

Penghalang Kita Mengenal Bapa






Bapa di Surga adalah bapa kita dan Dia sungguh teramat baik dalam hidup kita. Dia menyediakan rancangan yang terbaik untuk kita. Kasih-Nya sungguh tidak tergantikan. Namun karena iblis tidak senang jika kita dapat mengenal Bapa kita dengan baik maka iblis merusak gambaran Bapa kita dengan cara merusak hubungan kita dengan ayah kita. Iblis membuat penghalang-penghalang agar kita tidak mendapatkan gambaran bapa yang baik di dunia dan secara otomatis kita juga akan mendapatkan gambaran yang rusak tentang Bapa di Surga.Tidak mudah orang mengakui dan mengenal Bapa, berbeda dengan Yesus dan Roh Kudus. Yesus dan Roh Kudus adalah nama yang sangat jarang digunakan sedangkan Bapa sering digunakan untuk memanggil bapa kita di dunia sehingga apabila gambaran kita mengenai bapa di dunia rusak, maka pandangan kita terhadap Bapa kita di sorga juga akan rusak.  Kalau kita memiliki gambaran yang buruk atau memiliki trauma dengan bapa kita, maka harus dipulihkan.

Berikut ini adalah macam-macam gambaran bapa yang rusak :
-    Bapa yang otoriter, terlalu keras
-    Bapa yang terlalu memanjakan atau gampangan
-    Disiplin yang salah
-    Kurang penghargaan
-    Sulit berkomunikasi
-    Kasih yang bersyarat
Tujuh hal yang berbeda mengenai salah pengertian terhadap Tuhan yang seringkali berasal dari keadaan masa kanak-kanak:
1.    Otoritas
Kita kadang sering menjauh dari otoritas Allah Bapa bahkan mempunyai hati yang ciut, karena kita menganggap bahwa Allah Bapa sama dengan tokoh lain yang berotoritas dalam hidup kita, yang kejam, galak, sewenang-wenang, padahal otoritas sebenarnya adalah PENGAYOMAN. Kasih Allah itu sempurna.
“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”  
“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”

2.    Kepercayaan
Allah adalah satu-satunya Bapa yang tidak akan pernah mengecewakan kita. “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Apabila Ia berjanji, Ia pasti akan menepatinya. Namun pada kenyataannya, seringkali bapa di dunia melalaikan janji yang mereka berikan kepada anak mereka.

3.    Penghargaan / Nilai-nilai
Seringkali orang tua kita tidak pernah memberikan suatu penghargaan atas keberhasilan kita. Mereka hanya mengkritik dan tidak pernah memuji. Hal ini menyebabkan anak merasa minder dan tidak berharga, padahal Firman Tuhan berkata bahwa kita adalah serupa dan segambar dengan Allah. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

4.    Disiplin dan Kasih
Bapa adalah penuh kasih, tetapi Ia juga Bapa yang adil dan mendidik, menghukum kita apabila kita melakukan kesalahan. Dialah yang mengejar kita dengan pengampunan dan kasih, bukan kita yang mencari-cari-Nya. “Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. …” . Kalau kita hanya menerima kasih, kita akan menjadi anak yang manja. Apabila kita hanya didisiplin tanpa dikasihi, maka kita akan penuh dengan kepahitan.
5.    Kehadiran / Pengertian isi hati
Salah satu sifat Allah yang tidak dapat ditiru oleh orang tua mana pun, yaitu kesanggupan-Nya untuk berada bersama kita sepanjang waktu. Karena orang tua terbatas dan tidak bisa memberi perhatian terus selama 24 jam setiap hari sedangkan Dia bersama kita setiap saat dan Ia juga memberi seluruh perhatian-Nya kepada kita. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”  Seringkali orang tua kita hanya melihat hasil akhir dan tidak memahami perjuangan anak. Tapi Tuhan mengerti isi hati kita, bagaimana kita rindu menyenangkan hati Bapa, bagaimana kita berjuang, bagaimana kita melakukan semua yang dapat kita kerjakan.

6.    Penerimaan
Allah adalah Allah yang mengasihi tanpa syarat. Kita tidak perlu berbuat apa-apa untuk meyakinkan Dia supaya mengasihi kita, namun kita perlu menerima kasih-Nya. Ia hanya meminta kita datang kepada-Nya dengan jujur dan sungguh-sungguh; maka Ia akan mengampuni kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Nabi Zefanya melukiskan perasaan serupa di dalam hati Allah bagi kita: “Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena Engkau dengan sorak-sorai”. Anak yang orang tuanya memiliki kasih bersyarat, maka ia selalu memakai topeng dan berpura-pura baik, karena takut tertolak.

7.    KomunikasiKomunikasi yang hangat dan terbuka sangat sukar bagi banyak orang tua, namun Allah dengan jelas mengkomunikasikan kasih-Nya kepada kita. Sesungguhnya, Ia begitu mengasihi kita sehingga Ia mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk kita. Sehingga melalui Yesus, komunikasi kita dengan Bapa tidak terhalang oleh dosa. Akibat komunikasi kita dengan orang tua kita buruk adalah tidak tahan berdoa, karena kita sulit berkomunikasi dengan orang tua kita dan menganggap Allah tidak punya waktu untuk kita. “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” 

Tidak ada kasih yang seperti kasih-Nya, Dia adalah Bapa dan sahabat yang terbaik untuk kita. Kasih-Nya sempuran atas kita

Thursday, June 21, 2012

Mengelola Keuangan


Masalah keuangan adalah hal yang umum dialami siapa saja, apalagi di awal-awal mulai mendapatkan gaji. Belum lagi untuk memikirkan bagaimana untuk kebutuhan  masa depan di mana biaya-biaya sekarang sering melonjak naik.

Berikut adalah beberapa tips bagaimana mengelola keuangan Anda :
 

1. Berikan sepersepuluh dari gaji Anda untuk Tuhan. Bagian Tuhan jangan sampai dilupakan karena ini akan sangat beresiko sekali terhadap hidup Anda.
 

2. Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau refleksi. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.
 

3. Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.
 

4. Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.
 

5. Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore atau setiap weekend. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.
 

6. Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.
 

7. Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.
 

8. Berinvestasilah! Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!


"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Kembangkan Sikap Positif


Karyawan yang memliki sikap positif terhadap karakteristik pekerjaanya maka karyawan tersebut akan semakin berorientasi dibidang pekerjaanya. Karyawan akan menekuninya dan konsentrasi, bertanggungjawab disertai perasaan senang sampai diperoleh hasil yang memuaskan dan tinggi kualitasnya dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan diri agar mencapai prestasi tinggi dalam perusahaan. Namun sebaliknya, jika karyawan tersebut tidak memiliki sikap positif bahkan selalu negatif maka dia akan melakukan pekerjaannya seadanya. Dia tidak akan termotivasi dan tidak mempunyai inisiatif.

Berikut ini empat karakter karyawan yang positif yang harus Anda terapkan untuk diri sendiri dan tim kerja Anda:

1. MENGERTI ARTI KERJA KERAS
Kebanyakan orang tahu bahwa kerja keras baik untuk perusahaan. Selain itu, kerja keras juga baik untuk pelanggan, bahkan untuk negara. Tetapi hanya seorang pemenang yang tahu bahwa kerja keras juga bagus untuk mental orang yang bersangkutan.
Kerja keras harus dilakukan, bukan karena kerja keras akan memungkinkan Anda mendapatkan penghargaan dan promosi, tetapi lebih karena akan membuat Anda menjadi seseorang yang kompeten. Tentu sangat tidak baik jika masing-masing kita berhenti peduli terhadap kualitas kerja kita sendiri.

2. MENIKMATI PEKERJAAN
Karyawan yang positif memutuskan untuk menikmati pekerjaannya! Tidak peduli apakah pekerjaan tersebut disukainya atau tidak. Tentu saja, tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan selalu saja ada hal-hal untuk dikeluhkan. Bagi seorang pemenang, mereka memutuskan untuk menyukai pekerjaannya. Para pemenang mengambil sikap tersebut berdasarkan keputusan mereka sendiri, bukan berdasarkan perasaan yang mereka rasakan.
Pekerjaan Anda mungkin saja tidak menyenangkan, bahkan mungkin sangat menyebalkan. Tetapi sebagai pemenang, Anda akan menikmati pekerjaan Anda, tidak peduli apakah Anda menyukainya atau tidak.

3. MELIHAT SISI BAIK
Karyawan yang positif melihat segala situasi dari sisi baiknya. Setiap orang selalu melihat apa yang salah dalam suatu situasi tetapi karyawan yang positif tidak terpaku pada satu titik. Seorang pemenang tetap membuat dirinya termotivasi dengan melihat setiap situasi dari sisi baiknya dan memusatkan perhatian pada bagaimana mereka dapat membuatnya menjadi lebih baik.
Sebaliknya, karyawan yang negatif memusatkan perhatian pada hal-hal kecil yang mengganggu dan membiarkannya menghancurkan semuanya. Misalnya seorang peserta seminar yang diadakan di sebuah hotel mewah memberikan komentar negatif yang didengar semua peserta, "Sayang, ya, kursinya tidak nyaman dan makanannya pun tidak enak."
Tentu saja, seorang karyawan positif yang melihat segala situasi dari sisi baiknya dapat merupakan pengganggu bagi karyawan yang negatif. Si negatif akan melihat karyawan yang positif sebagai orang yang menyebalkan, bahkan mungkin menjijikkan.

4. MELAKUKAN LEBIH
Karyawan yang positif akan bertanya bagaimana dia dapat melakukan lebih dari yang diharapkan. Setiap pemimpin pasti tahu prinsip ini: sedikit bicara tapi banyak bekerja. Karyawan positif tidak akan pernah puas dengan hasil pekerjaan yang biasa-biasa saja dan mereka akan merasa tidak nyaman dengan diri mereka sendiri.
Karyawan yang positif mencari tahu apa yang diharapkan dari mereka dan akan melakukan yang terbaik untuk mencapai harapan-harapan tersebut. Tidak peduli apakah melakukan sesuatu yang membuat pelanggan terpukau dengan pelayanan yang lebih baik dari yang pernah didapatkannya sebelumnya atau membuat kejutan terhadap sesama rekan sekerja dengan menawarkan bantuan ekstra. Karyawan yang positif memusatkan perhatiannya pada bagaimana dia dapat melakukan lebih bukan kurang.

Setiap orang yang hidup di dunia ini harus bekerja dan bekerjalah menurut kehendak Allah, yaitu bekerja yang sesuai dengan rencana Allah. Di dalam Tuhan, kita sebagai sesama orang yang percaya, dituntut untuk saling memperhatikan, mendorong dalam kasih dan mendorong dalam pekerjaan baik. Karena itu, lakukan setiap pekerjaan kita dengan sebaik mungkin, mengembangkan sikap positif dalam bekerja dan lakukan semuanya itu dengan hati yang mengasihi Tuhan. Percayalah, apapun yang kita kerjakan ini, tidak akan pernah sia-sia, Tuhan melihat segala sesuatunya.

Melakukan Pekerjaan Baik


Ada tiga jenis pekerjaan yang Tuhan kehendaki:

1. Pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Allah
Bekerja menurut kehendak Allah yaitu bekerja sesuai rencana Allah. Sejak dalam kandungan, Tuhan sudah mempersiapkan pekerjaan yang harus dilakukan oleh seseorang. Bekerjalah sesuai dengan rencana Allah. Bekerja sesuai dengan panggilan Allah dalam hidup kita. Kalau kita dipanggil menjadi pengusaha, hendaklah kita menjadi pengusaha yang baik, kalau kita dipanggil untuk menjadi pegawai, hendaklah kita menjadi pegawai yang baik, dan seterusnya.

2. Pekerjaan yang dilakukan dengan kuasa Allah
Setiap orang diperlengkapi oleh Tuhan untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Tetapi sering kali karena kesombongan manusia, manusia mengabaikan Allah dan mengandalkan kekuatannya sendiri. Sehingga manusia bekerja semaunya sendiri, dan sering melanggar norma dan etika. Tuhan mau kita mengandalkan Tuhan dalam melakukan segala pekerjaan kita, karena sumber kekuatan kita berasal dari Tuhan sendiri. Ketika kita megandalkan Tuhan maka kita akan bekerja dengan kuasa Tuhan dan hanya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan rencana Tuhan.

3. Bekerja untuk kemuliaan Allah
Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk memuliakan Allah. Ketika segala yang kita kerjakan menjadikan Nama Tuhan dipermuliakan, itulah pekerjaan yang baik. Nama Tuhan dipermuliakan melalui pekerjaan kita. Kita berhasil dalam pekerjaan bukan untuk kemuliaan dan kesombongan diri sendiri, tetapi semua hasil dari pekerjaan kita adalah untuk kemuliaan Allah.

Jadi bagaimana pekerjaan yang kita lakukan, apakah merupakan pekerjaan yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan? Jika sudah, marilah kita bersama-sama bekerja lebih luar biasa lagi untuk kemuliaan Tuhan kita, lakukan dengan segenap hati kita apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita.

Tuesday, June 12, 2012

Menjadi Pemimpin Yang Hebat



Hampir semua orang ingin belajar menjadi pemimpin. Kita diajari banyak hal, melalui banyak buku dan seminar dan wacana untuk menjadi pemimpin yang baik. Tetapi, perhatikanlah hal ini baik-baik: kepemimpinan yang paling baik berasal dari anugerah TUHAN, yang menjadikan diri seorang pemimpin dalam orang yang dipilih-Nya.

Tentu saja, kita dapat belajar jadi pemimpin, berharap menjadi pemimpin, tapi tidak bisa memaksa Tuhan untuk meletakkan kepemimpinan di atas pundak kita. Sebaliknya, semua orang diminta untuk menjadi pengikut, di mana semua orang ada dalam posisinya masing-masing. Sebelum seseorang dapat berpikir menjadi pemimpin yang baik, ia harus mengerti tentang menjadi pengikut yang baik.Tuhan menetapkan semua pemimpin harus bekerja keras. Yang dituntut dari kita adalah menghormatiNya.

Mari cek seberapa jauh kita menghargai orang yang memimpin kita dalam Tuhan? Apakah kita masih menghormati dalam segala keadaan dan perilaku mereka? Apakah kita masih menghormati mereka, ketika suatu hari pemimpin datang dan menegur kita? Dia mungkin merupakan figur di tempat ibadah. Tapi mungkin dia adalah figur di kantor, yang menjadi atasan kita. Jika kita menghormati pemimpin, itu bukanlah pilihan ataupun permintaan melainkan sebuah tuntutan. Sebagai anak-anak Allah, kita harus memenuhi tuntutan itu.

Sebelum berpikir menjadi pemimpin yang baik, pikirkan terlebih dulu bagaimana menjadi pengikut yang baik dan setia kepada pemimpin kita.

“Barangsiapa  ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya,”

Membuat Keputusan


Di dalam hidup ini, kita pasti selalu dihadapkan kepada pilihan dan kita dituntut untuk membuat keputusan. Bila pilihan yang satu baik dan yang lainnya buruk, pasti kita tidak pusing-pusing untuk memilih. Tapi, seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang nampaknya sama-sama baik dan itulah yang membuat kita bingung untuk memilih.

Saat dihadapkan kepada situasi seperti itu, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kebingungan kita:
1. Berdoa

Tuhanlah yang paling mengerti konsekuensi-konsekuensi apa saja yang timbul dari pilihan-pilihan kita, oleh karena itu kita harus bertanya pada Tuhan dan meminta hikmat-Nya mengenai keputusan terbaik yang harus kita ambil.
2. Kenali diri kita sendiri
Apakah yang terpenting di dalam hidup kita? Bagaimana cara kita memandang hidup ini? Apa tujuan hidup kita? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur, kita dapat mengenal diri kita dengan lebih baik untuk membantu kita mengambil keputusan.
3. Mencari informasi dan pendapat orang lain
Berhati-hatilah dalam mencari informasi, karena kita tidak mau mendapatkan informasi yang salah dan tidak dapat dipercaya. Sebaiknya carilah referensi dari orang tua, mentor, atau orang berpengalaman lainnya yang dapat dipercaya untuk memberikan pendapat mereka.
4. Menganalisa pilihan-pilihan yang ada
Kita harus melihat setiap kelebihan dan kekurangan yang ada dari pilihan-pilihan yang kita miliki dan menimbang-nimbangnya. Kita juga harus memperhitungkan dampak dari pilihan yang kita ambil terhadap orang-orang di sekitar kita.
5. Ambillah keputusan dan doakan
Tetapkan pilihan kita dan bawalah lagi dalam doa; bila pilihan itu sesuai dengan kehendak Tuhan, pasti kita akan memiliki damai sejahtera.
6. Lakukanlah apa yang sudah kamu putuskan
Walaupun sulit, selama Tuhan berada di pihak kita, pastilah Dia akan senantiasa membimbing dan membantu kita. Dia akan memberikan kekuatan pada kita untuk menjalani apa yang sudah kita putuskan.

Kita tidak tahu mengenai masa depan kita, tapi kita tahu yang memegang masa depan kita di tangan-Nya adalah Tuhan yang baik dan peduli pada kita, jadi kita tidak perlu kuatir selama kita mempercayai dan mengandalkan-Nya.

Thursday, August 25, 2011

Hukum Berkat

Untuk menerima jatah berkat-Nya, berlaku ‘Hukum Berkat’. Yoas harus menghadapi bangsa Aram, maka ia datang pada Elisa untuk minta petunjuk. Singkat cerita, Elisa memberi tahu Yoas: "Ambillah anak-anak panah itu!" Elisa berkata: "Pukulkanlah itu ke tanah!" Lalu Yoas memukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti. Yoas melakukannya, tapi dia tidak bertanya berapa kali panah itu harus dipukulkan ke tanah. Lalu, Elisa menjadi gusar & berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap”. Elisa menjelaskan apa yang seharusnya Yoas lakukan untuk mendapatkan jatahnya secara sempurna. Inilah bagian dimana respon kita diperhitungkan oleh Tuhan.
Yang dihitung bukanlah kebenaran kita sendiri. Tetapi apakah respon kita ini sejalan dengan hati-Nya, itulah yang Tuhan perhitungkan. Saat Tuhan terangkat ke Surga, Dia sudah memberkati kita. Tuhan sudah lakukan bagian-Nya, maka kita harus juga melakukan bagian kita dengan cara meresponi melalui iman & hati yang seirama dengan hati-Nya .

Melalui kematian & kebangkitan-Nya, kita tahu kerinduan hati Tuhan adalah melihat jiwa-jiwa diselamatkan. Jika berkat yang Tuhan berikan, dipakai supaya jiwa-jiwa diselamatkan, sesuai dengan kerinduan hati-Nya. Pastilah Tuhan memberkati kita, sebab itu adalah kerinduan-Nya yang paling dalam atas hidup kita, memberkati kita dengan sempurna.

Pengampunan

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."


Ada 3 alasan mengapa kita harus mengampuni:

1. Yang membutuhkan pengampunan adalah saya & saudara. Sering kita sukar mengampuni orang lain, karena kita “LUPA” betapa besar dosa & kesalahan kita yg sudah diampuni oleh Tuhan.

2. Pengampunan dapat menanggalkan beban, seperti sakit hati, kebencian,kesedihan. Tuhan tidak mengingat dosa & kesalahan yg telah diampuni-Nya. Jadi mari mengampuni orang lain, seperti Tuhan telah mengampuni dosa kita yg jauh lebih besar. Tanggalkan beban dengan mengampuni orang lain, maka kita bisa menjalankan perintah Tuhan utk berlomba mencapai tujuan.

3. Pengampunan adalah syarat untuk menerima mujizat & jawaban doa. Tujuan orang lumpuh & temannya datang ke Tuhan, untuk menerima kesembuhan bukan pengampunan. Tetapi mengapa Dia berkata “Dosamu sudah di ampuni”? Ternyata dosa yg diampuni adalah langkah awal yg harus dipenuhi dari proses penyembuhannya. Untuk bisa menerima kesembuhan dosanya harus diampuni terlebih dahulu.

Untuk mendapatkan apa yg kita minta & doakan, haruslah dosa kita diampuni terlebih dahulu, untuk itu haruslah kita mengampuni orang lain. Mau mendapat jawaban doa?

Marilah kita saling mengampuni!

Perjumpaan Dengan Tuhan

Mari kita renungkan, apa sebenarnya maksud Tuhan menjumpai kita?
1. Memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada kita . Thomas yang tadinya tidak percaya, berubah. Waktu kita sedang menikmati hadirat Tuhan,saat itulah kita sedang berjumpa dengan-Nya. Saat Tuhan hadir Ia pasti akan memberikan sesuatu yang kita perlukan. Kuncinya, tetap percaya meski tidak melihat langsung. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya"

2. Tuhan ingin kita kembali kepada tujuan semula, sesuai kehendak-Nya. Waktu Pertus tidak memiliki pengharapan. Petrus & murid yang lain kembali ke pekerjaan semula. Karena itu ketika Tuhan menjumpai Petrus,pengharapan yang selama ini hilang kembali ia dapatkan, Tuhan menjawab apa yang dibutuhkannya.

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Mari terlibat memperluas Kerajaan Tuhan dan alami: pemeliharan, perlindungan & penyediaan-Nya yang sempurna.

Friday, August 5, 2011

Terobosan

“Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.”

Ishak adalah model orang yang mengalami terobosan. Kita pernah mendengar kisah Ishak yang menjadi kaya, makin lama makin kaya dan menjadi sangat kaya secara materi. Beberapa hal yang Ishak lakukan:

1. Hidup Intim dengan Tuhan. Pada saat kelaparan sedang mengguncang negeri itu, Tuhan menampakkan diri kepada Ishak. Mengapa Tuhan bisa menampakkan diri kepadanya? Jawabannya hanya satu, yaitu karena Ishak intim dengan Tuhan.

2. Tidak Memakai Sistem Dunia. Tuhan mulai berbicara kepada Ishak, “Ishak, kamu jangan pergi ke Mesir!” Mesir berbicara tentang sistem dunia. Kepada kita Tuhan berkata, “Jangan pakai cara-cara dunia!” Tuhan mau mempromosikan Saudara dan mau memultiplikasikan seluruh aspek kehidupan kita, tetapi jangan memakai cara-cara dunia!

3. Tidak Terikat oleh Harta Duniawi. Tuhan berkata kepada Ishak, “Kamu pergi ke suatu tempat yang akan Aku tentukan kepadamu dan kamu tinggal sebagai orang asing”. Di dunia ini kita adalah orang asing, kita adalah pengembara dan kita tidak boleh terikat dengan barang-barang dari dunia ini.

4. Menabur. Pada tahun itu juga, yaitu pada masa kelaparan Ishak menabur! Ini bukan suatu hal yang biasa. Sebab untuk mencari benih saja sudah sulit. Mungkin pada waktu itu persediaan benih tidak jadi ditabur, melainkan dimakan karena waktu itu sedang terjadi kelaparan. Tetapi bagi Ishak benih itu justru ditabur.

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Tuhan sudah siap memberikan terobosan dalam hidup kita, apakah kita mau melakukan bagian kita?

Menjadi Terang

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu sudah datang dan kemuliaan Tuhan sudah terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu!”

Orang-orang Lewi diberi tugas untuk mengurus Bait di mana pelita yang diletakkan di dalam ruang suci harus dijaga agar apinya tetap menyala. Yang mereka lakukan ialah:

a. Memeriksa persediaan minyak setiap hari,apabila minyaknya kurang,maka akan orang Lewi tambahkan. Demikian juga kita, harus mengecek apakah minyak pelita kita ini cukup atau tidak. Mari kita segera mengoreksi diri.

b. Memotong sumbu yang hangus. Nyala api pelita juga ditentukan oleh kondisi sumbunya. Jadi jika sumbunya mulai hitam maka segera dipotong supaya nyala apinya tetap bagus. Demikian pula dengan kita, kalau sumbu kita mulai “hitam” maka akan dipotong. Biarkan Tuhan yang memotongnya. Mari ijinkan Tuhan untuk terus membersihkan hidup kita ini.

Kalau sumbunya mulai “hitam” karena sombong, biarlah dipotong Tuhan supaya menjadi rendah hati. Sebab Tuhan membenci orang yang sombong tetapi mengasihani orang yang rendah hati

Kalau sumbunya mulai “hitam” karena kita memakai pikiran dan kehendak sendiri, perlu dipotong supaya dalam melakukan segala sesuatu dasarnya adalah firman dan kehendak Tuhan yang sempurna.

“Kamu adalah terang dunia!”  Artinya, kita diumpamakan seperti kota di atas gunung yang tidak tersembunyi sehingga semua orang bisa melihatnya. Kita seperti pelita yang ditaruh di atas kaki dian bukan disembunyikan di bawah gantang, artinya agar semua orang bisa melihatnya.

Mari kita bangkit dan menjadi terang!

Dibangkitkan

Kita harus tahu, apa yang pernah mati dan kemudian dibangkitkan kembali; baik itu impian, visi, atau apapun namanya. Apapun yang pernah mati, ketika itu dibangkitkan kembali, kita harus mengerti bahwa kita tidak pernah bisa memilikinya lagi untuk diri kita sendiri. Suka tidak suka kita harus menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
Ketika kita mempelajari, pola itu selalu terus berulang. Lihat, ketika para nelayan gagal menangkap ikan semalam-malaman seperti yang mereka harapkan, tiba-tiba Tuhan melakukan mujizat. Apa yang pernah mati, perjuangan semalaman yang gagal, impian yang telah mati, tiba-tiba ketika TUHAN datang, segalanya berubah.

Seorang wanita bernama Hana, isteri Elkana, dia mandul. Memang dia dikasihi suaminya, tetapi kasih suaminya itu tidak pernah membuang aib dari dirinya. Bertahun-tahun dia datang ke rumah Tuhan untuk berdoa. Suatu hari kepedihan hatinya tidak tertahan lagi, dia mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan. Dulu saat Hana menikah, impiannya dapat memberikan banyak anak pada suaminya, tapi setelah bertahun-tahun dia bahkan tidak melahirkan seorang anakpun. Ditengah-tengah kondisi seperti itulah Hana mengerti, kalau yang pernah jadi impiannya dibiarkan mati, satu hari ketika impiannya dibangkitkan, ia tahu bahwa dia tidak pernah memilikinya lagi. Akhirnya, Hana hamil, dan melahirkan anak yang diberi nama Samuel, dan akhirnya menjadi nabi yang dipakai bagi Tuhan.

Sungguh ajaib! Ketika diserahkan pada Tuhan, kandungan Hana tetap terbuka sehingga dia masih bisa melahirkan beberapa anak lagi.

Untuk apapun yang pernah mati dalam hidup kita, apakah kita berani berkata: suatu hari kalau Tuhan bangkitkan, itu bukan lagi jadi milikku tapi milikMu.

Friday, April 29, 2011

Turning Point

Pernahkah kita mengalami peristiwa yang menghancurkan hidup kita dan suatu waktu kita harus kembali lagi ke tempat tersebut? Banyak orang akan mengalami trauma yang besar saat harus kembali pada tempat yang pernah menghancurkan hidupnya. Umumnya, orang akan selalu mencoba untuk menghindar dari sesuatu yang dulu pernah menghancurkan hidupnya.
Tetapi sebagai orang-orang yang sudah mengalami kemerdekaan dari TUHAN, maka kita tidak perlu lagi merasa takut akan masa lalu atau apapun yang pernah menghancurkan hidup kita ini. Asal kita sungguh-sungguh bertobat dan menerima kekuatan baru yang dari TUHAN, kita tidak perlu merasa takut pada tempat ataupun peristiwa yang seakan bagai mimpi buruk seumur hidup ini.

Saat murid-Nya bertanya: Bukankah itu tempat yang berbahaya dan orang-orang ini pernah mau mencelakai kita? Jadi janganlah kita kembali ke tempat itu, lebih baik kita menghindar dari tempat itu. Namun TUHAN menjawab: Hidup kita yang dulu hancur karena berjalan dalam kegelapan, tetapi hari ini marilah kita berjalan dalam terang. Yang terpenting bukanlah betapa buruknya masa lalu kita, tapi apakah hidup kita sekarang ini dikuasai oleh terang atau kegelapan. Peristiwa dimana kita pernah jatuh janganlah menjadi tempat yang traumatik, tapi justru tempat awal pemulihan baru dalam hidup kita.

Saat Simon Petrus dalam keadaan hancur karena telah menyangkal TUHAN 3 kali, maka di tepi danau Galilea, Dia bertanya kepada Petrus: “Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya…” TUHAN sanggup memulihkan hidup Petrus, Dia juga sanggup memulihkan hidup kita!

Murid Yesus

“Tuhan telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”

Untuk menjadi seorang murid, marilah kita mengalami hal-hal sebagai berikut:

1. Telinga yang dipertajam setiap pagi untuk mendengar suara Tuhan. Kita bisa mendengar suara Tuhan dengan benar dan tepat, saat kita intim dengan Tuhan. Bagaimana bisa intim dengan Tuhan? Mari kita bergairah dengan Tuhan. Bagaimana bisa bergairah dengan Tuhan? Mari kita kembali pada kasih yang mula-mula.

2. Lidah yang membangkitkan semangat orang yang letih lesu. Pada waktu kita memperkatakan sesuatu, itu akan memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu. Janganlah pada saat kita berbicara, orang yang tadinya mempunyai semangat justru menjadi letih lesu. Tetapi biarlah ketika kita berbicara membuat orang lain mempunyai semangat yang baru.

3. Hati yang dipenuhi kasih mula-mula. “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan…”

Ketika mengalami tekanan, goncangan, dan kesukaran, marilah kita mengerti bahwa Tuhan menginginkan kita berubah. Jangan pernah menyalahkan orang lain tapi mari kita bertobat, maka kasih yang mula-mula itu pasti kembali.