Friday, August 5, 2011

Terobosan

“Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.”

Ishak adalah model orang yang mengalami terobosan. Kita pernah mendengar kisah Ishak yang menjadi kaya, makin lama makin kaya dan menjadi sangat kaya secara materi. Beberapa hal yang Ishak lakukan:

1. Hidup Intim dengan Tuhan. Pada saat kelaparan sedang mengguncang negeri itu, Tuhan menampakkan diri kepada Ishak. Mengapa Tuhan bisa menampakkan diri kepadanya? Jawabannya hanya satu, yaitu karena Ishak intim dengan Tuhan.

2. Tidak Memakai Sistem Dunia. Tuhan mulai berbicara kepada Ishak, “Ishak, kamu jangan pergi ke Mesir!” Mesir berbicara tentang sistem dunia. Kepada kita Tuhan berkata, “Jangan pakai cara-cara dunia!” Tuhan mau mempromosikan Saudara dan mau memultiplikasikan seluruh aspek kehidupan kita, tetapi jangan memakai cara-cara dunia!

3. Tidak Terikat oleh Harta Duniawi. Tuhan berkata kepada Ishak, “Kamu pergi ke suatu tempat yang akan Aku tentukan kepadamu dan kamu tinggal sebagai orang asing”. Di dunia ini kita adalah orang asing, kita adalah pengembara dan kita tidak boleh terikat dengan barang-barang dari dunia ini.

4. Menabur. Pada tahun itu juga, yaitu pada masa kelaparan Ishak menabur! Ini bukan suatu hal yang biasa. Sebab untuk mencari benih saja sudah sulit. Mungkin pada waktu itu persediaan benih tidak jadi ditabur, melainkan dimakan karena waktu itu sedang terjadi kelaparan. Tetapi bagi Ishak benih itu justru ditabur.

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Tuhan sudah siap memberikan terobosan dalam hidup kita, apakah kita mau melakukan bagian kita?

Menjadi Terang

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu sudah datang dan kemuliaan Tuhan sudah terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu!”

Orang-orang Lewi diberi tugas untuk mengurus Bait di mana pelita yang diletakkan di dalam ruang suci harus dijaga agar apinya tetap menyala. Yang mereka lakukan ialah:

a. Memeriksa persediaan minyak setiap hari,apabila minyaknya kurang,maka akan orang Lewi tambahkan. Demikian juga kita, harus mengecek apakah minyak pelita kita ini cukup atau tidak. Mari kita segera mengoreksi diri.

b. Memotong sumbu yang hangus. Nyala api pelita juga ditentukan oleh kondisi sumbunya. Jadi jika sumbunya mulai hitam maka segera dipotong supaya nyala apinya tetap bagus. Demikian pula dengan kita, kalau sumbu kita mulai “hitam” maka akan dipotong. Biarkan Tuhan yang memotongnya. Mari ijinkan Tuhan untuk terus membersihkan hidup kita ini.

Kalau sumbunya mulai “hitam” karena sombong, biarlah dipotong Tuhan supaya menjadi rendah hati. Sebab Tuhan membenci orang yang sombong tetapi mengasihani orang yang rendah hati

Kalau sumbunya mulai “hitam” karena kita memakai pikiran dan kehendak sendiri, perlu dipotong supaya dalam melakukan segala sesuatu dasarnya adalah firman dan kehendak Tuhan yang sempurna.

“Kamu adalah terang dunia!”  Artinya, kita diumpamakan seperti kota di atas gunung yang tidak tersembunyi sehingga semua orang bisa melihatnya. Kita seperti pelita yang ditaruh di atas kaki dian bukan disembunyikan di bawah gantang, artinya agar semua orang bisa melihatnya.

Mari kita bangkit dan menjadi terang!

Dibangkitkan

Kita harus tahu, apa yang pernah mati dan kemudian dibangkitkan kembali; baik itu impian, visi, atau apapun namanya. Apapun yang pernah mati, ketika itu dibangkitkan kembali, kita harus mengerti bahwa kita tidak pernah bisa memilikinya lagi untuk diri kita sendiri. Suka tidak suka kita harus menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
Ketika kita mempelajari, pola itu selalu terus berulang. Lihat, ketika para nelayan gagal menangkap ikan semalam-malaman seperti yang mereka harapkan, tiba-tiba Tuhan melakukan mujizat. Apa yang pernah mati, perjuangan semalaman yang gagal, impian yang telah mati, tiba-tiba ketika TUHAN datang, segalanya berubah.

Seorang wanita bernama Hana, isteri Elkana, dia mandul. Memang dia dikasihi suaminya, tetapi kasih suaminya itu tidak pernah membuang aib dari dirinya. Bertahun-tahun dia datang ke rumah Tuhan untuk berdoa. Suatu hari kepedihan hatinya tidak tertahan lagi, dia mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan. Dulu saat Hana menikah, impiannya dapat memberikan banyak anak pada suaminya, tapi setelah bertahun-tahun dia bahkan tidak melahirkan seorang anakpun. Ditengah-tengah kondisi seperti itulah Hana mengerti, kalau yang pernah jadi impiannya dibiarkan mati, satu hari ketika impiannya dibangkitkan, ia tahu bahwa dia tidak pernah memilikinya lagi. Akhirnya, Hana hamil, dan melahirkan anak yang diberi nama Samuel, dan akhirnya menjadi nabi yang dipakai bagi Tuhan.

Sungguh ajaib! Ketika diserahkan pada Tuhan, kandungan Hana tetap terbuka sehingga dia masih bisa melahirkan beberapa anak lagi.

Untuk apapun yang pernah mati dalam hidup kita, apakah kita berani berkata: suatu hari kalau Tuhan bangkitkan, itu bukan lagi jadi milikku tapi milikMu.

Friday, April 29, 2011

Turning Point

Pernahkah kita mengalami peristiwa yang menghancurkan hidup kita dan suatu waktu kita harus kembali lagi ke tempat tersebut? Banyak orang akan mengalami trauma yang besar saat harus kembali pada tempat yang pernah menghancurkan hidupnya. Umumnya, orang akan selalu mencoba untuk menghindar dari sesuatu yang dulu pernah menghancurkan hidupnya.
Tetapi sebagai orang-orang yang sudah mengalami kemerdekaan dari TUHAN, maka kita tidak perlu lagi merasa takut akan masa lalu atau apapun yang pernah menghancurkan hidup kita ini. Asal kita sungguh-sungguh bertobat dan menerima kekuatan baru yang dari TUHAN, kita tidak perlu merasa takut pada tempat ataupun peristiwa yang seakan bagai mimpi buruk seumur hidup ini.

Saat murid-Nya bertanya: Bukankah itu tempat yang berbahaya dan orang-orang ini pernah mau mencelakai kita? Jadi janganlah kita kembali ke tempat itu, lebih baik kita menghindar dari tempat itu. Namun TUHAN menjawab: Hidup kita yang dulu hancur karena berjalan dalam kegelapan, tetapi hari ini marilah kita berjalan dalam terang. Yang terpenting bukanlah betapa buruknya masa lalu kita, tapi apakah hidup kita sekarang ini dikuasai oleh terang atau kegelapan. Peristiwa dimana kita pernah jatuh janganlah menjadi tempat yang traumatik, tapi justru tempat awal pemulihan baru dalam hidup kita.

Saat Simon Petrus dalam keadaan hancur karena telah menyangkal TUHAN 3 kali, maka di tepi danau Galilea, Dia bertanya kepada Petrus: “Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya…” TUHAN sanggup memulihkan hidup Petrus, Dia juga sanggup memulihkan hidup kita!

Murid Yesus

“Tuhan telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”

Untuk menjadi seorang murid, marilah kita mengalami hal-hal sebagai berikut:

1. Telinga yang dipertajam setiap pagi untuk mendengar suara Tuhan. Kita bisa mendengar suara Tuhan dengan benar dan tepat, saat kita intim dengan Tuhan. Bagaimana bisa intim dengan Tuhan? Mari kita bergairah dengan Tuhan. Bagaimana bisa bergairah dengan Tuhan? Mari kita kembali pada kasih yang mula-mula.

2. Lidah yang membangkitkan semangat orang yang letih lesu. Pada waktu kita memperkatakan sesuatu, itu akan memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu. Janganlah pada saat kita berbicara, orang yang tadinya mempunyai semangat justru menjadi letih lesu. Tetapi biarlah ketika kita berbicara membuat orang lain mempunyai semangat yang baru.

3. Hati yang dipenuhi kasih mula-mula. “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan…”

Ketika mengalami tekanan, goncangan, dan kesukaran, marilah kita mengerti bahwa Tuhan menginginkan kita berubah. Jangan pernah menyalahkan orang lain tapi mari kita bertobat, maka kasih yang mula-mula itu pasti kembali.

Thursday, April 28, 2011

Menjadi Pemenang

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia…”

Tiga jurus pencobaan yang Iblis sedang berikan kepada kita dengan menanamkan konsep yang salah bahwa:

1. Manusia hidup hanya dari roti saja. Dunia sedang meyakinkan manusia bahwa yang paling penting adalah “mencari roti” yaitu semua yang jasmani, sedangkan yang lain adalah nomor dua. Mari kita berhati-hati, jangan sampai kita tertipu.

2. Apapun permintaan anak Tuhan pasti dikabulkan oleh Tuhan.  “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Iblis suka berkata: “kamu kan berdoa... sudah lakukan apa saja, nanti kamu pasti ditolong Tuhan.” Mari kita berhati-hati, dan hanya melakukan apa yang merupakan tuntunan Tuhan saja. Jangan sampai kita mencobai Tuhan.

3. Menyembah Iblis akan menjadi kaya. Pada waktu diperlihatan kerajaan dunia dengan segala kemegahannya, lalu Iblis berkata, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Tetapi kita harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Pemenang adalah bila hidup kita sungguh menempatkan Tuhan di prioritas tertinggi, berjalan menurut segala tuntunan-Nya dan memutuskan tetap menyembah Nya walau apapun pilihan dan resikonya. Maka janjiNya pada kita: damai sejahtera seperti sungai yang tidak pernah kering, kebahagiaan yang terus berlimpah seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti & keluarga yang diberkati Tuhan.

Apakah kita seorang pemenang?

Keselamatan

Keselamatan adalah karya penebusan yang dilakukan Tuhan melalui kematian dan kebangkitanNya. Kalau sungguh kita percaya, marilah kita:

1. Bertobat, pertobatan tidaklah sama dengan penyesalan. Orang yang bertobat akan membenci dosa dan berpaling kepada Tuhan, serta berjalan menuju kehidupan.

2. Menerima Tuhan sebagai Juru Selamat, “Aku berdiri di depan pintu dan mengetok, jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya.” 

3. Dilahirkan kembali, “ Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” . Kita adalah orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki melainkan dari Allah.

4. Pengakuan, karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 

5. Dibaptis dalam air, siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitanNya.

Sudahkah kita menerima anugerah keselamatan dalam Tuhan?