Sunday, March 27, 2016
Thursday, August 2, 2012
Penghalang Kita Mengenal Bapa
Bapa
di Surga adalah bapa kita dan Dia sungguh teramat baik dalam hidup
kita. Dia menyediakan rancangan yang terbaik untuk kita. Kasih-Nya
sungguh tidak tergantikan. Namun karena iblis tidak senang jika
kita dapat mengenal Bapa kita dengan baik maka iblis merusak gambaran
Bapa kita dengan cara merusak hubungan kita dengan ayah kita. Iblis membuat penghalang-penghalang agar
kita tidak mendapatkan gambaran bapa yang baik di dunia dan secara
otomatis kita juga akan mendapatkan gambaran yang rusak tentang Bapa di
Surga.Tidak mudah orang mengakui dan mengenal Bapa, berbeda
dengan Yesus dan Roh Kudus. Yesus dan Roh Kudus adalah nama yang sangat
jarang digunakan sedangkan Bapa sering digunakan untuk memanggil bapa
kita di dunia sehingga apabila gambaran kita mengenai bapa di dunia rusak, maka pandangan kita terhadap Bapa kita di sorga juga akan rusak. Kalau kita memiliki gambaran yang buruk atau memiliki trauma dengan bapa kita, maka harus dipulihkan.
Berikut ini adalah macam-macam gambaran bapa yang rusak :
- Bapa yang otoriter, terlalu keras
- Bapa yang terlalu memanjakan atau gampangan
- Disiplin yang salah
- Kurang penghargaan
- Sulit berkomunikasi
- Kasih yang bersyarat
- Bapa yang terlalu memanjakan atau gampangan
- Disiplin yang salah
- Kurang penghargaan
- Sulit berkomunikasi
- Kasih yang bersyarat
Tujuh hal yang berbeda mengenai salah pengertian terhadap Tuhan yang seringkali berasal dari keadaan masa kanak-kanak:
1. Otoritas
Kita kadang sering menjauh dari otoritas Allah Bapa bahkan mempunyai hati yang ciut, karena kita menganggap bahwa Allah Bapa sama dengan tokoh lain yang berotoritas dalam hidup kita, yang kejam, galak, sewenang-wenang, padahal otoritas sebenarnya adalah PENGAYOMAN. Kasih Allah itu sempurna.
“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”
Kita kadang sering menjauh dari otoritas Allah Bapa bahkan mempunyai hati yang ciut, karena kita menganggap bahwa Allah Bapa sama dengan tokoh lain yang berotoritas dalam hidup kita, yang kejam, galak, sewenang-wenang, padahal otoritas sebenarnya adalah PENGAYOMAN. Kasih Allah itu sempurna.
“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”
“Dapatkah
seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak
dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan
engkau.”
2. Kepercayaan
Allah adalah satu-satunya Bapa yang tidak akan pernah mengecewakan kita. “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Apabila Ia berjanji, Ia pasti akan menepatinya. Namun pada kenyataannya, seringkali bapa di dunia melalaikan janji yang mereka berikan kepada anak mereka.
Allah adalah satu-satunya Bapa yang tidak akan pernah mengecewakan kita. “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Apabila Ia berjanji, Ia pasti akan menepatinya. Namun pada kenyataannya, seringkali bapa di dunia melalaikan janji yang mereka berikan kepada anak mereka.
3. Penghargaan / Nilai-nilai
Seringkali orang tua kita tidak pernah memberikan suatu penghargaan atas keberhasilan kita. Mereka hanya mengkritik dan tidak pernah memuji. Hal ini menyebabkan anak merasa minder dan tidak berharga, padahal Firman Tuhan berkata bahwa kita adalah serupa dan segambar dengan Allah. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
Seringkali orang tua kita tidak pernah memberikan suatu penghargaan atas keberhasilan kita. Mereka hanya mengkritik dan tidak pernah memuji. Hal ini menyebabkan anak merasa minder dan tidak berharga, padahal Firman Tuhan berkata bahwa kita adalah serupa dan segambar dengan Allah. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
4. Disiplin dan Kasih
Bapa adalah penuh kasih, tetapi Ia juga Bapa yang adil dan mendidik, menghukum kita apabila kita melakukan kesalahan. Dialah yang mengejar kita dengan pengampunan dan kasih, bukan kita yang mencari-cari-Nya. “Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. …” . Kalau kita hanya menerima kasih, kita akan menjadi anak yang manja. Apabila kita hanya didisiplin tanpa dikasihi, maka kita akan penuh dengan kepahitan.
Bapa adalah penuh kasih, tetapi Ia juga Bapa yang adil dan mendidik, menghukum kita apabila kita melakukan kesalahan. Dialah yang mengejar kita dengan pengampunan dan kasih, bukan kita yang mencari-cari-Nya. “Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. …” . Kalau kita hanya menerima kasih, kita akan menjadi anak yang manja. Apabila kita hanya didisiplin tanpa dikasihi, maka kita akan penuh dengan kepahitan.
5. Kehadiran / Pengertian isi hati
Salah satu sifat Allah yang tidak dapat ditiru oleh orang tua mana pun, yaitu kesanggupan-Nya untuk berada bersama kita sepanjang waktu. Karena orang tua terbatas dan tidak bisa memberi perhatian terus selama 24 jam setiap hari sedangkan Dia bersama kita setiap saat dan Ia juga memberi seluruh perhatian-Nya kepada kita. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Seringkali orang tua kita hanya melihat hasil akhir dan tidak memahami perjuangan anak. Tapi Tuhan mengerti isi hati kita, bagaimana kita rindu menyenangkan hati Bapa, bagaimana kita berjuang, bagaimana kita melakukan semua yang dapat kita kerjakan.
Salah satu sifat Allah yang tidak dapat ditiru oleh orang tua mana pun, yaitu kesanggupan-Nya untuk berada bersama kita sepanjang waktu. Karena orang tua terbatas dan tidak bisa memberi perhatian terus selama 24 jam setiap hari sedangkan Dia bersama kita setiap saat dan Ia juga memberi seluruh perhatian-Nya kepada kita. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Seringkali orang tua kita hanya melihat hasil akhir dan tidak memahami perjuangan anak. Tapi Tuhan mengerti isi hati kita, bagaimana kita rindu menyenangkan hati Bapa, bagaimana kita berjuang, bagaimana kita melakukan semua yang dapat kita kerjakan.
6. Penerimaan
Allah adalah Allah yang mengasihi tanpa syarat. Kita tidak perlu berbuat apa-apa untuk meyakinkan Dia supaya mengasihi kita, namun kita perlu menerima kasih-Nya. Ia hanya meminta kita datang kepada-Nya dengan jujur dan sungguh-sungguh; maka Ia akan mengampuni kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Nabi Zefanya melukiskan perasaan serupa di dalam hati Allah bagi kita: “Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena Engkau dengan sorak-sorai”. Anak yang orang tuanya memiliki kasih bersyarat, maka ia selalu memakai topeng dan berpura-pura baik, karena takut tertolak.
Allah adalah Allah yang mengasihi tanpa syarat. Kita tidak perlu berbuat apa-apa untuk meyakinkan Dia supaya mengasihi kita, namun kita perlu menerima kasih-Nya. Ia hanya meminta kita datang kepada-Nya dengan jujur dan sungguh-sungguh; maka Ia akan mengampuni kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Nabi Zefanya melukiskan perasaan serupa di dalam hati Allah bagi kita: “Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena Engkau dengan sorak-sorai”. Anak yang orang tuanya memiliki kasih bersyarat, maka ia selalu memakai topeng dan berpura-pura baik, karena takut tertolak.
7. KomunikasiKomunikasi yang hangat dan terbuka sangat sukar bagi banyak orang tua, namun Allah dengan jelas mengkomunikasikan kasih-Nya kepada kita. Sesungguhnya, Ia begitu mengasihi kita sehingga Ia mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk kita. Sehingga melalui Yesus, komunikasi kita dengan Bapa tidak terhalang oleh dosa.
Akibat komunikasi kita dengan orang tua kita buruk adalah tidak tahan
berdoa, karena kita sulit berkomunikasi dengan orang tua kita dan
menganggap Allah tidak punya waktu untuk kita. “Tuhan dekat
pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang
berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.”
Thursday, June 21, 2012
Mengelola Keuangan
Masalah keuangan adalah
hal yang umum dialami siapa saja, apalagi di awal-awal mulai mendapatkan
gaji. Belum lagi untuk memikirkan bagaimana untuk kebutuhan masa depan
di mana biaya-biaya sekarang sering melonjak naik.
Berikut adalah beberapa tips bagaimana mengelola keuangan Anda :
1. Berikan sepersepuluh dari gaji Anda untuk Tuhan. Bagian Tuhan jangan sampai dilupakan karena ini akan sangat beresiko sekali terhadap hidup Anda.
2. Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau refleksi. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.
3. Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.
4. Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.
5. Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore atau setiap weekend. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.
6. Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.
7. Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.
8. Berinvestasilah! Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!
"Karena akar segala
kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang
telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai
duka."
Kembangkan Sikap Positif
Karyawan yang memliki
sikap positif terhadap karakteristik pekerjaanya maka karyawan tersebut
akan semakin berorientasi dibidang pekerjaanya. Karyawan akan
menekuninya dan konsentrasi, bertanggungjawab disertai perasaan senang
sampai diperoleh hasil yang memuaskan dan tinggi kualitasnya dan akan
berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan diri agar mencapai
prestasi tinggi dalam perusahaan. Namun sebaliknya, jika karyawan
tersebut tidak memiliki sikap positif bahkan selalu negatif maka dia
akan melakukan pekerjaannya seadanya. Dia tidak akan termotivasi dan
tidak mempunyai inisiatif.
Berikut ini empat karakter karyawan yang positif yang harus Anda terapkan untuk diri sendiri dan tim kerja Anda:
1. MENGERTI ARTI KERJA KERAS
Kebanyakan orang tahu bahwa kerja keras baik untuk perusahaan. Selain itu, kerja keras juga baik untuk pelanggan, bahkan untuk negara. Tetapi hanya seorang pemenang yang tahu bahwa kerja keras juga bagus untuk mental orang yang bersangkutan.
Kebanyakan orang tahu bahwa kerja keras baik untuk perusahaan. Selain itu, kerja keras juga baik untuk pelanggan, bahkan untuk negara. Tetapi hanya seorang pemenang yang tahu bahwa kerja keras juga bagus untuk mental orang yang bersangkutan.
Kerja keras harus dilakukan, bukan karena kerja keras akan memungkinkan Anda mendapatkan penghargaan dan promosi, tetapi lebih karena akan membuat Anda menjadi seseorang yang kompeten. Tentu sangat tidak baik jika masing-masing kita berhenti peduli terhadap kualitas kerja kita sendiri.
2. MENIKMATI PEKERJAAN
Karyawan yang positif memutuskan untuk menikmati pekerjaannya! Tidak peduli apakah pekerjaan tersebut disukainya atau tidak. Tentu saja, tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan selalu saja ada hal-hal untuk dikeluhkan. Bagi seorang pemenang, mereka memutuskan untuk menyukai pekerjaannya. Para pemenang mengambil sikap tersebut berdasarkan keputusan mereka sendiri, bukan berdasarkan perasaan yang mereka rasakan.
Karyawan yang positif memutuskan untuk menikmati pekerjaannya! Tidak peduli apakah pekerjaan tersebut disukainya atau tidak. Tentu saja, tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan selalu saja ada hal-hal untuk dikeluhkan. Bagi seorang pemenang, mereka memutuskan untuk menyukai pekerjaannya. Para pemenang mengambil sikap tersebut berdasarkan keputusan mereka sendiri, bukan berdasarkan perasaan yang mereka rasakan.
Pekerjaan Anda mungkin saja tidak
menyenangkan, bahkan mungkin sangat menyebalkan. Tetapi sebagai
pemenang, Anda akan menikmati pekerjaan Anda, tidak peduli apakah Anda
menyukainya atau tidak.
3. MELIHAT SISI BAIK
Karyawan yang positif melihat segala situasi dari sisi baiknya. Setiap orang selalu melihat apa yang salah dalam suatu situasi tetapi karyawan yang positif tidak terpaku pada satu titik. Seorang pemenang tetap membuat dirinya termotivasi dengan melihat setiap situasi dari sisi baiknya dan memusatkan perhatian pada bagaimana mereka dapat membuatnya menjadi lebih baik.
Karyawan yang positif melihat segala situasi dari sisi baiknya. Setiap orang selalu melihat apa yang salah dalam suatu situasi tetapi karyawan yang positif tidak terpaku pada satu titik. Seorang pemenang tetap membuat dirinya termotivasi dengan melihat setiap situasi dari sisi baiknya dan memusatkan perhatian pada bagaimana mereka dapat membuatnya menjadi lebih baik.
Sebaliknya, karyawan yang negatif
memusatkan perhatian pada hal-hal kecil yang mengganggu dan
membiarkannya menghancurkan semuanya. Misalnya seorang peserta seminar
yang diadakan di sebuah hotel mewah memberikan komentar negatif yang
didengar semua peserta, "Sayang, ya, kursinya tidak nyaman dan
makanannya pun tidak enak."
Tentu saja, seorang karyawan positif
yang melihat segala situasi dari sisi baiknya dapat merupakan pengganggu
bagi karyawan yang negatif. Si negatif akan melihat karyawan yang
positif sebagai orang yang menyebalkan, bahkan mungkin menjijikkan.
4. MELAKUKAN LEBIH
Karyawan yang positif akan bertanya bagaimana dia dapat melakukan lebih dari yang diharapkan. Setiap pemimpin pasti tahu prinsip ini: sedikit bicara tapi banyak bekerja. Karyawan positif tidak akan pernah puas dengan hasil pekerjaan yang biasa-biasa saja dan mereka akan merasa tidak nyaman dengan diri mereka sendiri.
Karyawan yang positif akan bertanya bagaimana dia dapat melakukan lebih dari yang diharapkan. Setiap pemimpin pasti tahu prinsip ini: sedikit bicara tapi banyak bekerja. Karyawan positif tidak akan pernah puas dengan hasil pekerjaan yang biasa-biasa saja dan mereka akan merasa tidak nyaman dengan diri mereka sendiri.
Karyawan yang positif mencari tahu apa
yang diharapkan dari mereka dan akan melakukan yang terbaik untuk
mencapai harapan-harapan tersebut. Tidak peduli apakah melakukan sesuatu
yang membuat pelanggan terpukau dengan pelayanan yang lebih baik dari
yang pernah didapatkannya sebelumnya atau membuat kejutan terhadap
sesama rekan sekerja dengan menawarkan bantuan ekstra. Karyawan yang
positif memusatkan perhatiannya pada bagaimana dia dapat melakukan lebih
bukan kurang.
Melakukan Pekerjaan Baik
Ada tiga jenis pekerjaan yang Tuhan kehendaki:
1. Pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Allah
Bekerja menurut kehendak Allah yaitu bekerja sesuai rencana Allah. Sejak dalam kandungan, Tuhan sudah mempersiapkan pekerjaan yang harus dilakukan oleh seseorang. Bekerjalah sesuai dengan rencana Allah. Bekerja sesuai dengan panggilan Allah dalam hidup kita. Kalau kita dipanggil menjadi pengusaha, hendaklah kita menjadi pengusaha yang baik, kalau kita dipanggil untuk menjadi pegawai, hendaklah kita menjadi pegawai yang baik, dan seterusnya.
2. Pekerjaan yang dilakukan dengan kuasa Allah
Setiap orang diperlengkapi oleh Tuhan untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Tetapi sering kali karena kesombongan manusia, manusia mengabaikan Allah dan mengandalkan kekuatannya sendiri. Sehingga manusia bekerja semaunya sendiri, dan sering melanggar norma dan etika. Tuhan mau kita mengandalkan Tuhan dalam melakukan segala pekerjaan kita, karena sumber kekuatan kita berasal dari Tuhan sendiri. Ketika kita megandalkan Tuhan maka kita akan bekerja dengan kuasa Tuhan dan hanya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan rencana Tuhan.
Setiap orang diperlengkapi oleh Tuhan untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Tetapi sering kali karena kesombongan manusia, manusia mengabaikan Allah dan mengandalkan kekuatannya sendiri. Sehingga manusia bekerja semaunya sendiri, dan sering melanggar norma dan etika. Tuhan mau kita mengandalkan Tuhan dalam melakukan segala pekerjaan kita, karena sumber kekuatan kita berasal dari Tuhan sendiri. Ketika kita megandalkan Tuhan maka kita akan bekerja dengan kuasa Tuhan dan hanya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan rencana Tuhan.
3. Bekerja untuk kemuliaan Allah
Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk memuliakan Allah. Ketika segala yang kita kerjakan menjadikan Nama Tuhan dipermuliakan, itulah pekerjaan yang baik. Nama Tuhan dipermuliakan melalui pekerjaan kita. Kita berhasil dalam pekerjaan bukan untuk kemuliaan dan kesombongan diri sendiri, tetapi semua hasil dari pekerjaan kita adalah untuk kemuliaan Allah.
Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk memuliakan Allah. Ketika segala yang kita kerjakan menjadikan Nama Tuhan dipermuliakan, itulah pekerjaan yang baik. Nama Tuhan dipermuliakan melalui pekerjaan kita. Kita berhasil dalam pekerjaan bukan untuk kemuliaan dan kesombongan diri sendiri, tetapi semua hasil dari pekerjaan kita adalah untuk kemuliaan Allah.
Jadi bagaimana pekerjaan yang kita lakukan, apakah merupakan pekerjaan yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan? Jika sudah, marilah kita bersama-sama bekerja lebih luar biasa lagi untuk kemuliaan Tuhan kita, lakukan dengan segenap hati kita apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita.
Tuesday, June 12, 2012
Menjadi Pemimpin Yang Hebat
Hampir semua orang ingin
belajar menjadi pemimpin. Kita diajari banyak hal, melalui banyak buku
dan seminar dan wacana untuk menjadi pemimpin yang baik. Tetapi,
perhatikanlah hal ini baik-baik: kepemimpinan yang paling baik berasal
dari anugerah TUHAN, yang menjadikan diri seorang pemimpin dalam orang
yang dipilih-Nya.
Tentu saja, kita dapat belajar jadi pemimpin, berharap menjadi pemimpin, tapi tidak bisa memaksa Tuhan untuk meletakkan kepemimpinan di atas pundak kita. Sebaliknya, semua orang diminta untuk menjadi pengikut, di mana semua orang ada dalam posisinya masing-masing. Sebelum seseorang dapat berpikir menjadi pemimpin yang baik, ia harus mengerti tentang menjadi pengikut yang baik.Tuhan menetapkan semua pemimpin harus bekerja keras. Yang dituntut dari kita adalah menghormatiNya.
Mari cek seberapa jauh kita menghargai orang yang memimpin kita dalam Tuhan? Apakah kita masih menghormati dalam segala keadaan dan perilaku mereka? Apakah kita masih menghormati mereka, ketika suatu hari pemimpin datang dan menegur kita? Dia mungkin merupakan figur di tempat ibadah. Tapi mungkin dia adalah figur di kantor, yang menjadi atasan kita. Jika kita menghormati pemimpin, itu bukanlah pilihan ataupun permintaan melainkan sebuah tuntutan. Sebagai anak-anak Allah, kita harus memenuhi tuntutan itu.
Sebelum berpikir menjadi pemimpin yang baik, pikirkan terlebih dulu bagaimana menjadi pengikut yang baik dan setia kepada pemimpin kita.
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya,”
Membuat Keputusan
Di dalam hidup ini, kita
pasti selalu dihadapkan kepada pilihan dan kita dituntut untuk membuat
keputusan. Bila pilihan yang satu baik dan yang lainnya buruk, pasti
kita tidak pusing-pusing untuk memilih. Tapi, seringkali kita dihadapkan
pada pilihan-pilihan yang nampaknya sama-sama baik dan itulah yang
membuat kita bingung untuk memilih.
Saat dihadapkan kepada situasi seperti itu, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kebingungan kita:
1. Berdoa
Tuhanlah yang paling mengerti konsekuensi-konsekuensi apa saja yang timbul dari pilihan-pilihan kita, oleh karena itu kita harus bertanya pada Tuhan dan meminta hikmat-Nya mengenai keputusan terbaik yang harus kita ambil.
1. Berdoa
Tuhanlah yang paling mengerti konsekuensi-konsekuensi apa saja yang timbul dari pilihan-pilihan kita, oleh karena itu kita harus bertanya pada Tuhan dan meminta hikmat-Nya mengenai keputusan terbaik yang harus kita ambil.
2. Kenali diri kita sendiri
Apakah yang terpenting di dalam hidup kita? Bagaimana cara kita memandang hidup ini? Apa tujuan hidup kita? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur, kita dapat mengenal diri kita dengan lebih baik untuk membantu kita mengambil keputusan.
Apakah yang terpenting di dalam hidup kita? Bagaimana cara kita memandang hidup ini? Apa tujuan hidup kita? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur, kita dapat mengenal diri kita dengan lebih baik untuk membantu kita mengambil keputusan.
3. Mencari informasi dan pendapat orang lain
Berhati-hatilah dalam mencari informasi, karena kita tidak mau mendapatkan informasi yang salah dan tidak dapat dipercaya. Sebaiknya carilah referensi dari orang tua, mentor, atau orang berpengalaman lainnya yang dapat dipercaya untuk memberikan pendapat mereka.
Berhati-hatilah dalam mencari informasi, karena kita tidak mau mendapatkan informasi yang salah dan tidak dapat dipercaya. Sebaiknya carilah referensi dari orang tua, mentor, atau orang berpengalaman lainnya yang dapat dipercaya untuk memberikan pendapat mereka.
4. Menganalisa pilihan-pilihan yang ada
Kita harus melihat setiap kelebihan dan kekurangan yang ada dari pilihan-pilihan yang kita miliki dan menimbang-nimbangnya. Kita juga harus memperhitungkan dampak dari pilihan yang kita ambil terhadap orang-orang di sekitar kita.
Kita harus melihat setiap kelebihan dan kekurangan yang ada dari pilihan-pilihan yang kita miliki dan menimbang-nimbangnya. Kita juga harus memperhitungkan dampak dari pilihan yang kita ambil terhadap orang-orang di sekitar kita.
5. Ambillah keputusan dan doakan
Tetapkan pilihan kita dan bawalah lagi dalam doa; bila pilihan itu sesuai dengan kehendak Tuhan, pasti kita akan memiliki damai sejahtera.
Tetapkan pilihan kita dan bawalah lagi dalam doa; bila pilihan itu sesuai dengan kehendak Tuhan, pasti kita akan memiliki damai sejahtera.
6. Lakukanlah apa yang sudah kamu putuskan
Walaupun sulit, selama Tuhan berada di pihak kita, pastilah Dia akan senantiasa membimbing dan membantu kita. Dia akan memberikan kekuatan pada kita untuk menjalani apa yang sudah kita putuskan.
Walaupun sulit, selama Tuhan berada di pihak kita, pastilah Dia akan senantiasa membimbing dan membantu kita. Dia akan memberikan kekuatan pada kita untuk menjalani apa yang sudah kita putuskan.
Kita
tidak tahu mengenai masa depan kita, tapi kita tahu yang memegang masa
depan kita di tangan-Nya adalah Tuhan yang baik dan peduli pada kita, jadi kita tidak perlu kuatir selama kita mempercayai dan mengandalkan-Nya.
Subscribe to:
Posts (Atom)